
Sarah Henderson, anak dari Fritz Henderson, seorang mantan CEO di sebuah perusahaan besar automotif yang tergeser jabatannya oleh orang lain, menulis komentar dan mencaci maki di ruang public Facebook! Yah setidaknya orang-orang jadi sedikit tahu konflik intern yang terjadi dalam perusahaan itu.. hehe adaaa aja.
|
|
Saya yang masih ‘alergi’ dengan film-film Indonesia ini pada suatu hari memberanikan diri untuk menonton sebuah film berjudul Wakil Rakyat ini. Itupun karena dibintangi oleh Tora Sudiro yang menurut saya adalah salah satu artis yang punya ke-original-natural-an karakter.
O ya, maksud saya adalah sbagian besar, tidak semua film Indonesia, dengan kata lain, sedikit sekali, film Indonesia yang bagus. Yang menjadi factor lemah adalah lemah di cerita, acting, setting, penyutradaraan dan screenplay kamera (sering disebut sinematografi). Haduh… emosinya gak masuk gitu lo. Ada beberapa film yang saya apresiasi bagus, cek saja di kategori 'Movie' saya.
Dan kemudian saya iseng nonton Wakil Rakyat ini.. nah tuh.. bener kan. Sooooow hiperbolik. Komen saya kesian ma si Tora yang jadi gak keluar naturalnya.. si sutradara rupanya punya keinginan laen, akhirnya jadilah film ini. Tipikal film Indonesia, hiperbola dan penuh kebetulan. Masih mmengandalkan tampang ayu ganteng para pemainnya. Fiuhhh… Yang cukup menolong malah si Marwoto dan Yati Pesek yang bisa menyelipkan acting humor natural sesuai karakter mereka. Mungkin kebanyakan penonton malah Cuma inget adegan mereka kali ya… Salut juga buat Jaja Miharja. Sesuai. Jadi, sory… film ini saya tonton sampai habis memang (karena nonton bareng sama pacar) tapi bolak balik saya sambi aktifitas laen gitu, bikin jus, bikin nasgor, cek email, update facebook dll :)
|
Adalah menjadi tugas saya untuk bersikap. Bahwa kebebasan berpendapat dan mempublikasikannya bisa ditolelir selagi tidak menyentuh hal-hal pokok dalam ajaran Islam. Seperti halnya saudara Sakti yang dengan teramat beraninya memproklamirkan diri menjadi Rosul utusan Tuhan. Bahkan tanpa sungkan mengutip banyak ayat Alquran kemudian mentafsirkannya berdasarkan logika pikirannya dia sendiri yang kemudian terang-terangan mempertentangkannya dan juga menentang keyakinan mayoritas umat Islam.
Hal tersebut amat tidak bisa diterima. Adalah saya merasa wajib untuk bersikap. Dan sikap saya adalah menganggap hal ini adalah sebuah kemungkaran yang apabila kamu mampu, rubahlah dengan tanganmu, bila tidak mampu dengan lisanmu dan bila tidak mampu cukuplah kamu membenci dalam hati, dan yang demikian adalah selemah-lemahnya iman. Semoga wakil perpanjangan tangan saya yaitu MUI, pemerintah dan aparat segera bertindak sigap terhadap saudara Sakti ini. 

|

Kemarin saya barusan servis daihatsu charade G10 tahun 1982. Keluhan
saya adalah roda-roda depan yang berisik sekali bila lewat jalan
makadam/polisi tidur. Bon yang dikasih kesaya berjumlah
total Rp. 690ribu.
1. Beli Drive Shaft Boot (karet yang buat bungkus kokel itu) 4 buah merk Dewa Putra @ 90000 = 360000
2. Beli plastik sabuk buat karet diatas 4 buah = 20000
3. Beli stemped 2 kaleng merk Burgari 400EP @50000 = 100000
4. Biaya Servis terot kiri kanan = 30000
5. Biaya servis 2 shockbreaker kirikanan (diisi oli lalu disoder) = 80000
6. Biaya bongkar pasang semua = 100000
TOTAL = 690.000 Alhamdulillah masalah sampai hari ini terselesaikan. Suara-suara
berisik waktu lewat makadam/polisi tidur sudah tidak ada lagi. Kemudi
masih terasa berat kata tukangnya itu normal karena tierod masih seret,
nanti abis 3-4 hari akan normal lagi. Doain gan biar isa ganti mobil, cuma skrg lagi seneng banget ne mobil.
Parkir gampang, irit, dan gak rewel. Dalemnya ada tv dan audio dvd yang
menemani jedam jedem kemana2.
. Tadi malem nyoba ngebut dari Pasuruan Malang masih mampu narik
100km/jm, jalan nanjak dan blom gas abis. Tarikannya juga enteng.
Ada yang bilang ongkos ini wajar, ada pula yang bilang kemahalan disini

|

Sedikit catatan kecil saya waktu perjalanan dari Malang ke Jember. Saya amat terkesan dengan kota Lumajang. Sejak masuk gerbang Selamat Datang, yang terlihat adalah pagar tanaman -bahasa jawanya Ribang- yang ditanam rapi sekali dikiri kanan. Sepanjang jalan, mulai kabupaten, masuk kota, lalu kabupaten lagi. Entah siapa yang mencanangkan gerakan menanam Ribang ini yang jelas rupaya seluruh negeri Lumajang telah bersepakat memagari jalan dengan asri. Kemudian ketika akan masuk kota saya mampir dulu ke toko kecil dan ke mesjid. Ternyata mereka membudayakan lantai yang bersih tak berdebu. Mesjid/musholla yang saya hampiri juga sederhana tapi tak berdebu. Hmmm.. saya cukup terkesan. Agak beda dengan kota-kota lain yang pernah saya kunjungi. Kemudian lagi di sepanjang jalan terdapat sungai yang lebar, di plengseng rapi, airnya tenang dan bersih. Sepanjang jalan. Ini apa-apaan? kok saya merasa kota Lumajang ini bak di luar negeri saja..hehe. Tumben ada kota yang bersih dan rapi gini. Pagar hidup tadi habis begitu saja ketika saya melewati gerbang Selamat Jalan. Nantilah coba saya cari informasi lebih lanjut tentang kota ini. Yang jelas buat Anda warga negara Lumajang, negeri Anda telah memberi kesan yang baik buat para pejalan yang melewati negeri Anda yang indah. Cerita budaya bersih Anda perlu saya sebarkan dan saya bawa kepada negeri-negeri lainnya. Negeri Anda berhak diliput di web ini..:D Salut!
Demikian laporan perjalanan dari saya. Ame Abdee melaporkan..
|
|
|
|
|
|
|
Page 7 of 34 |