14

Jan

2010

Tolong terjemahkan, saya ndak ngerti...
Personal Life

Seseorang tiba2 ym saya:

Wahab Baluch: hi
Wahab Baluch: abbey e..offline ho gaya kya, ya Mr.India bana baitha hai? Lal chasma lagaoon kya?
BUZZ!!!
po ame: bana
po ame: kya
Wahab Baluch: salam
po ame: kuch kuch hotta he
Wahab Baluch: muje tum se kuch poch na he yaar
po ame: tum ne na jane kya
Wahab Baluch: tumahare pas softweres hain
po ame: sapne di kya he
po ame: abto mera dill
Wahab Baluch: arey tum baat karo na yaar jawab do tumhare pas softweres hain
po ame: jage na sotta he, kya karo haye
Wahab Baluch: abbey e..offline ho gaya kya, ya Mr.India bana baitha hai? Lal chasma lagaoon kya?
po ame: kuch kuch hotta he

...

saya juga gak ngerti apa yg saya bilang.. halo mister vijay? tuan takur? inspektur vikram? tolongin dong terjemahin..

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

31

Dec

2009

Gus Dur telah berpulang..
People

Sungguh saya masih belom bisa berkata-kata, melihat berita duka ini disiarkan dimana-mana, tanpa terasa mata menjadi basah... Apapun, rasanya seperti telah kehilangan seorang bapak.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

Sampai jumpa lagi, Gus Dur ... :(

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

27

Dec

2009

9 Film
Movie

9 filmSudah 2 bulan yang lalu saya menonton film 9 ini. Baru kali ini bisa nulis review.

Bayangkan bila kamu sebuah boneka! Film ini adalah film horor buat kamu! Whoaaaa! Sebuah dunia mimpi buruk yang akan membuat kamu menggigil ketakutan membayangkan nasib yang sama dengan yang dialami oleh boneka-boneka dalam film ini.

Saya acungi jempol pada super computer graphicnya. Salut-salut!. Namun justru saya lebih salut lagi pada pilihan cerita yang dibuat. Ini jelas ceritanya bukan buat anak-anak. Ceritanya komplek dan mengandung unsur horor yang ekstraodinary. Jadi inget film The League of Extraordinary Gentlemen
yang dibintangi Sean Connery. Sungguh serius melihat boneka-boneka ini berdialog tentang tema misterius yang mengerikan. Tentang sebuah benda yang berhubungan dengan alat penyimpan nyawa.

Sekali menonton masih belum jelas bagi saya jalan ceritanya. Lagi-lagi saya acungi jempol buat si produser dan sutradara yang berani memilih cerita yang komplek ini. Tak salah bila film ini mendapat nominasi pada kategori Best Animated Film di Washington D.C. Area Film Critics Association

Hmm. Pantesan saja si sutradara Shane Acker adalah juga sang sutradara untuk film hebat Lord of The Ring (The Return Of The King)  (2003). Film yang masih ingin saya tonton lagi berkali-kali.
 

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

25

Dec

2009

Perjalanan Bali-Malang (Pulang)
Personal Life

Map of Bali

Hari Kamis saya pulang dari Nusa Dua pukul 4.30 pagi. Suasana hujan deras sekali, berkali-kali mobil musti menerjang genangan air yang cukup tinggi di bypass Ngurahrai. Kali ini untuk pulang ke Jawa saya merencanakan lewat jalur lain yaitu lewat Singaraja. Ini juga pertama kali saya lewat situ. Berikut catatan perjalanannya :

  1. Pemandangan. Dari Nusadua ke Gilimanuk lewat Singaraja suasananya lebih asik! Pemandangan kiri kanannya soow amazing. Tercatat beberapa objek wisata yang bisa dihampiri sepanjang rute adalah : Danau Bedugul, Airterjun Gitgit, Kota Singaraja, Pantai Lovina, Kawasan Hutan Bali Barat. Tidak ada truk dan bus seperti jalur Tabanan. Hawanya pegunungan sueeejuuk!. Buat Anda yang ingin menikmati alternatif wisata di Bali, jalur ini amat sangat saya rekomendasikan, dari pada musti nunggu nyampe di Kuta dulu, ini Cuma 1 jam dari Gilimanuk sudah bisa berwisata pantai dan hutan di Banjar dan Lovina
  2. Jalan raya. Jalannya tetap mulus, meski lebih kecil. Mulai Mengwi sampai Bedugul jalurnya naik. Mulai agak ekstrem ketika dekat ke Bedugul, kira-kira seperti jalur di Tretes gitu. Naik dan berkelok. Perseneling maen di 2 terus. Tapi Cuma sebentar kemudian turun terus. Cuma maen rem sepanjang jalan. Itu dari Bedugul sampai Singaraja. Berkelok dan rindang. Suasananya damai banget apalagi itu hari masih pagi jam 6. Setelah dari Singaraja ke Gilimanuk, jalannya lurus-lurus saja. Disini berhenti sarapan didalam kampung dalam hutan. Jalur Bedugul – Singaraja – Lovina – Gilimanuk tak kurang saya melihat 5 atau 6 masjid besar, berarti komunitas muslim juga banyak disana. Kembali lewat jalur Banyuwangi, fiuhhh.. badan jadi kegoncang-goncang lagi. Ngantuk banget pas di Situbondo, tidur bentar. Masuk Probolinggo sekitar jam 3an.. jalur mulai terasa macet dengan banyaknya truk-truk besar yang merayap dan juga banyaknya becak/sepeda yang harus dihindari. Mulai dijalur ini saya lihat banyak mobil kecil yang melakukan manuver-manuver, secara psikologis mungkin sama yang saya rasakan. Badan mulai capek, bawaannya pengin menang sendiri aja. Bahkan di Kraksaan terjadi kecelakaan tepat di depan saya antara Truk – ELF – Jazz. Saya Cuma lihat sambil lewat saja, si Jazz depannya penyok berat, pengemudinya cewek cuman bisa duduk aja di dalam sementara si Truk dan ELF nya ribut di tengah jalan, fiuh.. romantika jalan raya..
  3. FC. FC untuk pulang ini jadi naik! Kemungkinan adalah karena alur di Bedugul yang menanjak, menyebabkan gas musti besar. Apalagi waktu disitu, tiba-tiba gasnya ‘mbandang’ gak isa kecil. Saya pake aja terus sampe akhirnya normal sendiri setelah 2 km. Berarti itu ada kotoran nyempil di karbu sehingga menahan pelampung. Malam hari sebelum berangkat saya isi full 125rebu, ternyata di Pasuruan sudah habis, terpaksa saya isi lagi 50rebu. Sampe rumah di Malang tentu masih tersisa sekitar 30rebuan. Bisa jadi juga karena jalur Singaraja lebih panjang (belum ngitung), dan bisa jadi juga karena setelah saya isi masih sempat saya pake keliling sebentar di Nusa Dua, duh lagi-lagi saya tidak mencatat distancemeternya..
  4. Performa. Pulang ini saya cuma speeding di jalur Banyuwangi saja, jalan di hutan Baluran sudah mulus dan lebar. Namun musti hati-hati banyak tikungan tajam, kemiringannya kurang dan minim rambu dan pengaman. Ada satu mobil di belakang yang ngejar trus sejak keluar kapal, tapi masih kalah lincah dalam manuver soalnya dia bongsor, lha itu mobil Grandis. Setelah keluar Banyuwangi saya jalan santai (sambil setel dangdut.. hahaha). 

Sekian laporan perjalanan, alhamdulillah sampe di rumah kembali dengan tak kurang suatu apa. Info laen yang mungkin berguna :

  1. Tarif kapal penyebrangan untuk mobil sedan/sejenis = Rp. 94.000 tambah 2 ribu untuk retribusi parkir
  2. Di Gilimanuk, masuk dan keluar akan ditanya surat2 kendaraan, STNK dan SIM, sementara di Ketapang tidak
  3. Kawasan minim support = Pasir Putih-Paiton, hutan Baluran, hutan Bali Barat, Gilimanuk-Jembrana, hutan Bedugul
  4. Kawasan tanpa sinyal = hutan Bali Barat (saya pake XL dan Telkomsel), ntah untuk Indosat
  5. Hati-hati bila memakai mobil ceper, khususnya ketika keluar masuk kapal, karena landasannya sangat tajam, rawan nggasrok. Saya pernah, karena kurang hati-hati waktu keluar kapal, bemper belakang mobil Sirion saya jadi kena gasrok yang sebelah kiri, jadinya sedikit memble karena penahannya patah.
  6. Tidak perlu kuatir POM bensin, selalu ada sepanjang jalan, bahkan di jalur hutan Bali Barat pun POM ada setiap 5-10km.
  7. Di Probolinggo, Bayeman, ada pom bensin yang memajang koleksi mobil dan motor tua, ada 2 Chevrolet dan belasan moge tua. Dipajang begitu saja di ruang pamer. Sayang gak kepotret. Itu adalah koleksi dari bos Andri, pemilik Perusahaan Otobis AKAS Asri… pantesan
  8. Daerah Probolinggo adalah kawasan pengrajin mebel antik. Buat yang butuh lemari, meja, kursi, panggung, roda dokar, perahu, gebyok antik dll, disinilah tempatnya

Pantai Lovina

West Bali

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 

22

Dec

2009

Catatan Perjalanan Malang Bali (Pergi)
Personal Life

Hari ini saya pertama kali pergi ke Bali dengan menyetir sendirian sbuah mobil retro Daihatsu Charade 1000cc. Alhamdulillah perjalanan lancar dan nyampe dengan tak kurang suatu apapun. Berangkat jam 4.30 pagi sampai di Nusa Dua Bali jam 5 sore, terkena macet di Imam Bonjol dan Sunset Road pas jam pulang kerja, andaikata lancar mungkin bisa 1 jam lebih awal. Terpotong waktu salat di Banyuwangi 15 menit dan makan di Denpasar 15 menit.

Salah satu catatan yang perlu saya sharing adalah :

  1. JALAN RAYA. Salut dengan Bali tentang jalan rayanya. Meski sudah berkali-kali saya lewati, tapi baru kali ini terasa betul bahwa jalan di rute Malang-Banyuwangi dan Gilimanuk-Nusa Dua terasa jauh berbeda. Jalan raya di Bali mulussss. Membuat perjalanan jadi lebih nyaman. Pada saat perjalanan darat 4 bulan lalu kalo gak salah, jalur Malang-Banyuwangi terutama di daerah situbondo sedang dilakukan perbaikan jalan, ditebelin dan dialusin, tapi entah kenapa sampai sekarang saya lewat kok belum juga selesai. Kemudian yang sudah selesai pun kualitasnya tidak halus, cuma tebal dan rata, apa memang sudah selesai begitu ya? mudah2an belum. Marka jalan juga belum dicetak dan rambu kiri-kanan masih sangat minim. Sementara di jalur Bali, mulai keluar Gilimanuk, langsung badan saya tidak lagi bergoncang (maklum mobil jadul), kualitas finishing halus, marka jalan lengkap (tepi dan tengah) dan sepanjang jalan selalu ada rambu jalan berkelok atau dilarang mendahului. Angkat topi untuk Bali dalam hal ini. Kendaraan bisa saya pacu maksimal disini.
  2. KENDARAAN. Daihatsu Charade G10 th 1982. Mobil saya isi fulltank di Bedali. 118ribu. Sebagian tanki sudah terisi, kalo dari keadaan kosong biasanya 135ribu. Mobil saya pacu dengan kecepatan rata-rata 80kpj. Macet di Pasuruan, tapi sepi di Paiton. Malah sempat adu balap sebentar ma sebuah Honda Civic yang kaget karena disalip sama sebuah 'Charade' kali..:D. Topspeednya sementara 110kpj. Sampai di Nusa Dua tanki masih tinggal seperempat, berarti asumsikanlah kembali ke keadaan sebelum saya isi bensin tadi lebih dikits (saat menulis ini blom saya isi ulang).  Berarti untuk FCnya bisa dihitung 100rebu = 22 liter / jarak Malang-Nusadua +- 400km = 1/18. Hmm mungkin blum akurat. Besok saya isi full lagi biar lebih pasti dan saya cari jarak Malang-Nusadua lebih akurat. Sayang saya tidak mencatat angkat distancemeter di speedonya.
  3. PERFORMA KENDARAAN. Mengendarai mobil retro dan menyalip mobil-mobil baru adalah sensasional! ALhamdulillah kondisi kendaraan fit. Entah kenapa jarang saya disalip sama mobil lain, justru saya yang selalu menyalip, mungkin mereka kebanyakan orang wisata kali ya, sepanjang perjalanan banyak plat B, D, AB dan AD yang saya salip. Mungkin mereka belum tahu medan dan sengaja menikmati perjalanan. Hanya beberapa kali saya disalip sama mobil barang yang nyetir kayak dikejar setan, mungkin lagi kjar setoran kali..:D hehe. Jalurnya yang berkelok-kelok dan naik turun menjadi salah satu keuntungan buat mobil kecil seperti Charade ini. Sering dalam tikungan disaat mobil lain bergerak pelan dibelakang truk, saya langsung masuk dan mengambil resiko berpapasan, meskipun saya juga tidak membabi buta. Perkiraan saya dengan ukuran kecil ini lebih bisa masuk dengan cepat dan juga saya sedikit hapal medan. Didalam kota sering juga saya ambil jalur kiri, hehe sori ya, mobil gede gak cukup sih..

Demikian laporan sementara perjalanan ini. Datang langsung diajak makan2 sama teman-teman. Capek. Tidur sebentar, panasssss. Jam 1 malam bangun kehausan, langsung ngetik laporan ini hehe.. to be continued.

Bookmark with:

Digg    Facebook    Newsvine
 
«StartPrev12345678910NextEnd»

Page 5 of 34
 
Webame268.com

My Blog Categories